<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Brayat Pengging</title>
	<atom:link href="http://brayatpengging.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://brayatpengging.wordpress.com</link>
	<description>KONSEP PRIBADI : AGAMA AGEMING ANGGA</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 May 2009 20:21:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='brayatpengging.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/a7fe60fa11afdcb22df7b215c10c4995?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Brayat Pengging</title>
		<link>http://brayatpengging.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://brayatpengging.wordpress.com/osd.xml" title="Brayat Pengging" />
	<atom:link rel='hub' href='http://brayatpengging.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>.1.Warta Hidayah .</title>
		<link>http://brayatpengging.wordpress.com/2009/05/01/2warta-hidayah/</link>
		<comments>http://brayatpengging.wordpress.com/2009/05/01/2warta-hidayah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 15:16:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brayatpengging</dc:creator>
				<category><![CDATA[HIDAYAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brayatpengging.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Warta atau kabar berita bisa berasal dari mana saja, k abar hidayah adalah kabar yang menyampaikan petunjuk ( hudan ) dari seseorang kepada  orang yang lainnya . sekarang kabar juga dapat diperoleh dari media internet , sumber artikel berita bisa peristiwa masa lalu atau yang sedang terjadi ,  yang kesemuanya dapat dibaca dan direkam dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brayatpengging.wordpress.com&amp;blog=7578579&amp;post=9&amp;subd=brayatpengging&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><strong></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Warta atau k</strong><strong>abar berita bisa berasal dari mana saja, k abar hidayah adalah kabar yang menyampaikan petunjuk ( hudan ) dari seseorang kepada  orang yang lainnya . sekarang kabar juga dapat diperoleh dari media internet , sumber artikel berita bisa peristiwa masa lalu atau yang sedang terjadi ,  yang kesemuanya dapat dibaca dan direkam dalam ingatan sebagai pengetahuan.</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Nara</strong><strong> Sumber :</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Nara</strong><strong> sumber utama Kabar hidayah adalah  “ Dia Yang Maha Suci “  , tapi ada juga yang menyebut dengan nama Allloh swt atau Gusti Allloh ,  sebagaimana dulu para nabi dan rasul mulai menyebarkan kabar hidayah.</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Nara sumber pertama adalah para nabi dan rasul.</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Nara</strong><strong> sumber  kedua adalah Kitab Suci.</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Nara</strong><strong> sumber ketiga  adalah Orang terdekat.</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Nara</strong><strong> sumber ke empat  adalah Alam semesta.</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Sebagian dari  kabar hidayah ada yang telah dibukukan oleh orang yang terdahulu dalam berbagai bentuk kitab yang isinya sesuai dengan kabar hidayah yang sampai kepada penulisnya.</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Nara</strong><strong> sumber Utama , </strong><strong>Nara</strong><strong> sumber pertama dan Kedua , adalah sumber tetap artinya tetap menjadi prioritas walaupun untuk mencapainya sangat mustahil menurut rasio atau logika karena keberadaan yang tak jelas ada dimata dan telinga .</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Nara</strong><strong> sumber ketiga atau orang terdekat adalah yang paling mudah diperoleh walaupun untuk menemukan </strong><strong>nara</strong><strong> sumber ketiga ini juga tidak gampang  , kemudahannya adalah karena keberdaan wujudnya dapat dipandang mata dan dapat didengar suaranya .</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Orang terdekat tidak mesti harus Kyai atau Ulama tapi dia bisa siapa saja , bisa jadi itu orang tua sendiri , adik sendiri atau tukang kebon disebelah rumah sendiri , ukurannya adalah kedekatannya dengan </strong><strong>nara</strong><strong> sumber  Utama , Pertama dan Kedua.</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Nara</strong><strong> sumber ke empat adalah alam semesta  ,  kemunculannya ada yang  dari bumi ada juga yang dari antariksa ,  sekarang kehadiran media internet adalah termasuk satu diantara sumber yang ke empat.</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Kebenaran atau keabsahan kabar :</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>H</strong><strong>anya saja perlu diingat bahwa hidayah itu bukanlah sesuatu yang dapat untuk dijadikan bahan perdebatan  atau dipertentangkan , oleh karenanya nilai benar dan salah tergantung bagaimana sikap menghadapi dan menerimanya , dalam keadaannya kabar hidayah tidak mesti berupa kata – kata yang santun dan lemah lembut tapi bisa saja tersembunyi didalam kalimat yang tak beraturan atau asal terbaca dan terdengar , karena hidayah bukanlah bujuk rayu  , hidayah adalah  perintah  atau petunjuk bagi kehidupan.</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Diantara khabar dari </strong><em><strong>nara</strong></em><strong><em> sumber utama</em></strong><strong> sebagaimana telah dibukukan dalam mushhaf Osman (kitab al Qur’an )  seperti ayat berikut  ;</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>“ Aku beri kamu khabar gembira dengan benar, karenanya janganlah kamu termasuk orang yang berputus asa . Tidak ada yang berputus asa dari rahmat tuhannya kecuali orang-orang yang sesat” ( QS . Al – Hijir 55 –56 )</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Beberapa khabar dari </strong><strong>nara</strong><strong> sumber pertama adalah  diantaranya sebagaimana hadis berikut  :</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Pesan tentang kasih sayang , Nabi Muhammad saw yang disampaikan kepada Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir  : “ Barang siapa cinta karena Allloh , benci karena Allloh , berkahwan karena Allloh dan bermusuhan karena Allloh , maka kasih sayang Allloh pasti diperoleh dengan demikian itu , dan seorang hamba tidak akan menemukan Iman , sekalipun banyak sholat dan puasanya sehingga (dia )hamba itu berperilaku seperti itu “</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Pesan tentang  redho , nabi Muhammad saw , berpesan  kepada Aisyah ra yang isinya :</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>“ Barang siapa yang berusaha mendapatkan redha Allloh dengan kemarahan manusia maka Allloh me-redhoi-nya dan  Allloh menjadikan manusia redha kepadanya . barang siapa yang berusaha mendapatkan keredhoan manusia dengan kemarahan Allloh , maka Allloh mengutuknya dan Allloh menjadikan manusia mengutuknya pula ( hadis riwayat  Ibnu Hiban.ra ).</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Menurut pesan yang diriwayatkan Abi Sa’id “ sesungguhnya diantara tanda lemahnya keyakinan ialah kamu cari redha manusia dengan kemarahan Allloh “.</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Hikmah Hidayah Jati :</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>H</strong><strong>idayah jati atau petunjuk kebenaran itu baru dikatakan benar jika dapat dijadikan sebagai  guiden book untuk memanage jalan kehidupan sendiri.   Walaupun telah menguasi beribu wiridan jati jika tanpa warid tak akan dapat menjumpai hidayah jati , warid adalah redho atau keihlasan dan ketulusan , ihlas itu tanpa sebab atau magsut sedang tulus adalah sadar diri , oleh karenanya  salah satu bentuk hasil hidayah jati adalah munculnya  keadaan “ sadar diri “ diatas kesadaran diri , ketulusan tidak dapat dibuat-buat atau dengan berpura-pura karena kutulusan adalah buah dari sadar diri yang berasal mula dari adanya diri yang sadar  bukan dari rasa sadar dalam diri ( rumangsa sadar ).</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Hidayah jati adalah redho dari ( gusti ) Allloh dan  untuk menjumpainya abdi (kawula ) harus redho  ( menyambut dengan sadar diri dan ihlas).</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Sebagai pesan moralnya adalah ; “Ilahi anta magsudi wa redhoka madlubi “ ( Ilahi engkaulah magsud dan engkaulah redho yang dimagsud . )</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Sadar diri adalah perbuatan  tanpa magsud lain selain redho , sedangkan redho yang dimagsud adalah “Iradah Allloh”.</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Rumusan nya :</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Sadar diri itu adalah dasar untuk melaksanakan perbuatan dengan dasar Iradah Allloh  ( kehendak ilahi ).</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>( O )</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brayatpengging.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brayatpengging.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brayatpengging.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brayatpengging.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/brayatpengging.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/brayatpengging.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/brayatpengging.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/brayatpengging.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brayatpengging.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brayatpengging.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brayatpengging.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brayatpengging.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brayatpengging.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brayatpengging.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brayatpengging.wordpress.com&amp;blog=7578579&amp;post=9&amp;subd=brayatpengging&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brayatpengging.wordpress.com/2009/05/01/2warta-hidayah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e80405381e8fd779f37f8524025a4eb6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">brayatpengging</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2. Jalan menggapai Hidayah.</title>
		<link>http://brayatpengging.wordpress.com/2009/05/01/1-jalan-menggapai-hidayah/</link>
		<comments>http://brayatpengging.wordpress.com/2009/05/01/1-jalan-menggapai-hidayah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 15:01:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brayatpengging</dc:creator>
				<category><![CDATA[HIDAYAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brayatpengging.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Kemudahan adalah tanda awal Hidayah . Hidayah adalah satu bentuk anugerah dari Yang Maha Suci  bagi ummat manusia , untuk mendapatkan hidayah  sekarang sudah sangat mudah  berbeda dengan dahulu sebelum adanya kerasulan Muhammad  dimana untuk mendapatkan hidayah seseorang itu harus pergi menyunyikan diri dipucuk gunung Tursina seperti  Musa atau mengembara di seluruh dunia seperti  Khidir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brayatpengging.wordpress.com&amp;blog=7578579&amp;post=7&amp;subd=brayatpengging&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> Kemudahan adalah tanda awal Hidayah .</strong></p>
<p><strong>Hidayah adalah satu bentuk anugerah dari Yang Maha Suci  bagi ummat manusia , untuk mendapatkan hidayah  sekarang sudah sangat mudah  berbeda dengan dahulu sebelum adanya kerasulan Muhammad  dimana untuk mendapatkan hidayah seseorang itu harus pergi menyunyikan diri dipucuk gunung Tursina seperti  Musa atau mengembara di seluruh dunia seperti  Khidir ( Balya ibnu Malkan ) atau bertapa bertahun tahun seperti Sidharta Gautama di India . </strong></p>
<p><strong>Sekarang setelah kenabian dan kerasulan Muhammad saw   semua orang memperoleh cara yang praktis  untuk menggapai Hidayah bahkan  Hidayah jati sekalipun , kemudahan tanpa harus pergi merantau kepuncak gunung atau menerobos hutan belantara .</strong></p>
<p><strong>Ini adalah satu bentuk anugerah awal yang wajib disyukuri oleh siapapun yang terlahir setelah kelahiran Habibbulah Muhammad saw ,</strong></p>
<p><strong>Sang Maha Tresna ( Habbibulah ) telah menemukan konsep tata cara untuk mendapatkan hudan atau hidayah tanpa harus dengan lama lama bertapa meninggalkan sanak keluarga dan anak dan istri tercinta.</strong></p>
<p><strong>Seluruh konsep itu diberikan kepada para sahabat ( bukan murid ) sahabat kepada sahabat yang lain terus ber-estafet sampai saat ini. </strong></p>
<p><strong>Hanya sekali-sekali  Sang Kekasih itu menyampaikan pesan secara terbuka kepada semua sedulur ( sahabat ) yaitu pada tiap hari Jum’at siang  pada waktu yang dimuliakan atau Luhur ( Dhuhur ).</strong></p>
<p><strong>Dengan cara seduluran atau persahabatan inilah konsep itu disebar luaskan tanpa repot harus membangun Madrasah atau Kamp Pesantren seperti mengadopsi cara  yang terdapat di Saolin Tample atau  kastel seminari Inggris dan Roma .</strong></p>
<p><strong> Habbibulah tulus menyampaikan semua rumus – rumus  yang ditemukan dan tercipta dalam kerasulannya kepada para sahabat dan ahlul baitnya  , tinggalah kita mau ikut mukti kanjeng nabi atau bersusah payah seperti para pendeta hindu , budha dan nasrani . membangun gua moderen dengan berkerudung kelambu buatan cina  atau kalungan ceret dan kompor ( nyangking pawon keliling </strong><strong>kota</strong><strong>. ).</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Syukur atau  Kufur.</strong></p>
<p><strong>Apakah kita ini termasuk orang yang mensyukuri anugerah awal itu atau orang yang kufur nikmat , tidak perlu repot untuk mengetahui  kebenaran cara atau methode menggapai hidayah atau hudan  yaitu cukup dengan cara melihat langsung methoda apa yang dipergunakan akan segera ketahuan hasil akhirnya.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Pertama , cara Penyampai-an :</strong></p>
<p><strong>Rasul menyampaikan risalah langsung kepada para sedulur atau sahabat  sehingga dapat segera diketahui  hasil yang dicapai oleh   para sahabat , pada masa ini banyak sekali hadis ahad yang diterima dan dipegang para sahabat untuk disampaikan kepada sahabat yang lain.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kedua  tempat dan waktu</strong><strong> :</strong></p>
<p><strong>Majlis atau tempat penyampaian dirumah sahabat atau dirumah al Habib sendiri yang ketika di Madinah merangkap sebagai Masjid di Nabawi , bimbingan dilaksanakan malam hari agar tidak mengganggu aktivitas sahabat disiang hari dalam mencari nafkah.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Ketiga , hubungan  :</strong></p>
<p><strong>Hubungan antara Rasulullah dengan yang dibimbingnya adalah persaudaraan ( ikwan ) dan shohib ( persahabatan ) sehingga terwujud persamaan  dan kesepakatan  ( ahlul bait ).</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Keempat adalah Materi  disampaikan:</strong></p>
<p><strong>M</strong><strong>ateri pokok yang disampaikan adalah al Islam yang berisi konsepsi hidup selamat dan menyelamatkan   ( salima yu salimu ) .</strong></p>
<p><strong>Materi pokok al Islam itu terdiri atas tiga sendi yang tidak  boleh dipisahkan satu dan lainnya , ketiga sendi itu adalah ;</strong></p>
<p><strong>1. </strong><strong>Iman atau   Tetap Percaya</strong></p>
<p><strong>2. </strong><strong>Islam atau   Tetap dalam Keselamatan</strong></p>
<p><strong>3. </strong><strong>Ihsan atau   Tertib dalam Kebenaran .</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kelima , hasil yang dicapai :</strong></p>
<p><strong>Adapun  hasil yang dicapai adalah Tertib dalam Percaya , Keselamatan dan Kebenaran . </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Sekarang</strong><strong> dari kelima hal tersebut diatas mana saja  yang di &#8211; ikuti atau di contoh , yaach ibarat memilih buah lihat dulu kulitnya mulus atau tidak  ,kalau mulus boleh lah dipilih untuk dicicipi isinya , artinya kalau  1 sampai 4 diikuti  nilai agregate yang didapat adalah AS ( ahli sunah).  Jika 1-5 di-ikuti maka  nilainya agregatenya adalah ASW ( ahli sunah wal jamaah ). AS dan ASW inilah yang syah dalam syahadah  : </strong></p>
<p><strong>“ Asyhadu an La ilaha ilallah wa asyhadu ana Muhammad abduhu wa rasulu )” Kesaksianku “ Tak ada tuhan yang ada Allloh dan kesasksianku  Aku Muhammad abdi dan Rosulullah ”</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Puncak Hasil dari Konsep Al Islam adalah juara bersama  yaitu sama sama meng-aku Mohammad  “ sebagai mana kalimat dalam al Qur’an  “ Ana basyarum mislukum  ( Aku iki manungsa pada karo siro )  Aku adalah manusia biasa seperti kamu ….ucapan ini teringkas dalam ikrar persahabatan yang langgeng “ Aku adalah Kamu” atau  “Kamu adalah Aku”, kalam ini jadi batas bahwa tidak ada lagi nabi dan rasul setelah Muhammad , dia mengawali dan  meng-akhiri seluruh ritual nabi dan rasul sehingga disebut penghulu bagi segenap nabi dan dialah yang meng-khatamkan seluruh proses kenabian sebagaimana diungkapkan &#8221; la nabiyya ba&#8217;dahu&#8221; , maka siapa saja mengaku nabi atau rasul baru selayaknya tak tinggal di bumi yang satu ini.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Cuma saja , kalau masih hanya ngaku –aku itu masih palsu masih perlu bukti diri yang nyata seperti tegak lurusnya syariat dari dalam hakikat , Aku adalah hakikat kamu adalah syariat jika kamu adalah aku dan aku adalah kamu maka hakikat ataupun syariat keduanya harus sama setali tiga wang sama-sama dikerjakan dan bisa disawang ( disaksikan = syahadah ), dari keadaan inilah maka ummat atau kaum Muhammad itu disebut  kaum saksi dan agamanya adalah agama saksi  , saksi bagi keselamatan dunia akherat , tertib dunia akherat saksi itu adalah orang yang terlibat dalam perkaranya , bukan penonton .</strong></p>
<p><strong>Nonton Bola Bulat :<br />
</strong></p>
<p><strong>Dalam olah raga Sepakbola  ada 25 orang  terlibat aktif dilapangan , 22 orang sebagai pemain 2 orang menjadi saksi kiri dan saksi kanan dan satu orang jadi pengawas atau wasit  . Yang nonoton ya yang diluar arena walaupun melihat para pemain dan bolanya tapi tidak ikut berolah raga  , hanya nonton olah raga  sambil sesekali ribut sesamanya.</strong></p>
<p><strong>======00O00========</strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brayatpengging.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brayatpengging.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brayatpengging.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brayatpengging.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/brayatpengging.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/brayatpengging.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/brayatpengging.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/brayatpengging.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brayatpengging.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brayatpengging.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brayatpengging.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brayatpengging.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brayatpengging.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brayatpengging.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brayatpengging.wordpress.com&amp;blog=7578579&amp;post=7&amp;subd=brayatpengging&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brayatpengging.wordpress.com/2009/05/01/1-jalan-menggapai-hidayah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e80405381e8fd779f37f8524025a4eb6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">brayatpengging</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GULALI</title>
		<link>http://brayatpengging.wordpress.com/2009/05/01/gulali/</link>
		<comments>http://brayatpengging.wordpress.com/2009/05/01/gulali/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 14:48:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brayatpengging</dc:creator>
				<category><![CDATA[GULALI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brayatpengging.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Gulali adalah makanan anak dari gula jawa. Sebutan  gula – kelapa pernah dipakai untuk menyebut nama bendera yang berwarna merah dan putih  , bendera disebut juga panji atau simbul . Gula dan kelapa adalah  dua nama yang berasal dari satu keadaan yaitu  sari bunga  kelapa , walaupun asalnya sama namun masing masing memiliki  bentuk , [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brayatpengging.wordpress.com&amp;blog=7578579&amp;post=3&amp;subd=brayatpengging&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gulali adalah makanan anak dari gula jawa.</p>
<p>Sebutan  gula – kelapa pernah dipakai untuk menyebut nama bendera yang berwarna merah dan putih  , bendera disebut juga panji atau simbul .</p>
<p>Gula dan kelapa adalah  dua nama yang berasal dari satu keadaan yaitu  sari bunga  kelapa , walaupun asalnya sama namun masing masing memiliki  bentuk , warna dan rasa yang berbeda  gula berasa manis , kelapa berasa mutlak ( ngemu rasa = mengandung semua rasa ) , dalam bentuknya gula ditentukan oleh cetakan yang dibuat oleh tangan manusia sedang  kelapa  memiliki bentuk yang tetap  walaupun tinggi rendahnya pohon yang menghasilkan tidak sama.</p>
<p>Gula dan kelapa mudah disatukan oleh selera , namun penyatuan gula dan kelapa masih dapat dipisahkan kembali  dan itu terjadi ketika panas menghampiri maka terurai persatuan gula kelapa , gula dipanasi  kembali menjadi gula , kelapa (santan ) dipanasi berubah menjadi minyak .</p>
<p>Dalam hal nilai  , pengembalian gula memiliki nilai yang tetap sedangkan  pengembalian kelapa memiliki peningkatan nilai ( dari santan menjadi minyak ).  Dalam gelap  gula tak nampak  sebaliknya dalam gelap minyak justru memberi penerangan walaupun tanpa api dan sumbunya.</p>
<p>Panas adalah rasa yang bagi sementara mahluk termasuk “rasa”  yang  tidak  disukai karena menghilangkan rasa nyaman (  tak mengenakkan ) , panas dalam bahasa inggris disebut “Hot” dan dalam bahasa  arab disebut  “ Nar  “.</p>
<p>“Nar”lazim juga disebut dengan “Neraka”  yang berarti “ Wahana Panas”  ( Hell ) , adanya wahana panas ( nar ) dapat dirasakan oleh yang memiliki (menggunakan ) perasaan , bagi sesiapa yang tak menggunakan rasa maka panas tidak mempengaruhi nya.</p>
<p>Putihnya kelapa nampak setelah dikupas dikuliti ( ditelanjangi-wudha ) , merahnya gula nampak ketika ia mulai menjadi gula  , sebelum menjadi guna dia hanya cairan bening seperti halnya asal buah kelapa , semua berasal dari sari pati yang bening dan berjekat ( pliket – lengket ) didalam bahasa arab disebut “ sulalah “ yang dalam bahasa jawa disebut “ Lora “  yang berarti “ sesuatu bagian dari saripati.</p>
<p>Dalam hal  kejadian manusia  al Qur’an menyebut  “ sulalatin min tin “ yang berarti sesuatu bagian dari sari pati tanah  , sulalah atau lora dalam keadaannya adalah bening  dan bening itu dapat berdiri diatas warna atau tanpa warna  namun dia bukan bagaian dari warna melainkan mewakili texture penampilannya dan sifatnya  , ibarat sebuah lem kertas , lem itu bisa saja dibuat berwarna warni menurut selera anak anak  namun pada kenyataan setelah kita pegang dengan jari tangan maka akan  keluar sifat lengketnya , ketika sifat menyata maka warna itu hilang yang ada hanyalah sesuatu yang bening transparan dan lengket , lengket adalah sifat mengikat , merekatkan atau menyatukan yang berpisah.</p>
<p>Didunia ini sekarang hanyalah persamaan sifat yang dapat menafikan warna kulit dan golongan , jabatan atau kasta bagi umat manusia , semisal “ persamaan (sifat) pandang”  menyebabkan orang melupakan jarak atau jurang pemisah antara satu orang dan yang lainnya , mereka bersatu dalam satu pandangan yang sama demikian juga orang yang memiliki persamaan (sifat ) kata ( satu kata ) mereka dapat bersatu menggalang sebuah ideologi baru jauh meninggalkan beban hidup dan kesulitan masing masing .</p>
<p>Persamaan warna atau penyesuaian warna lebih sulit bersatu dibandingkan dengan persamaan sifat , orang kulit hitam merasa nyaman bersama sesamanya demikian juga kulit putih atau kulit berwarna ,warna hanya menimbulkan exclusivitas yang sempit sebagai mana adanya faham dan golongan sulit untuk bersatu.</p>
<p>Karena persatuan warna mereka justru menghasilkan warna yang baru demikian juga pemisahan warna akan mendapati adanya warna yang baru juga ,  hadis menyebut  ini sebagai  “ firgah”  atau yang bercerai berai , berkotak-kotak  atau bergolong-golongan.</p>
<p>Warna adalah pesona  ia memiliki daya tarik tapi bukan daya rekat , ketika sifat itu kuat maka tak mudah untuk terpedaya permainan  warna tapi ketika sifat itu melemah maka ia mudah diperdaya oleh warna bahkan akhirnya tenggelam terselimuti oleh warna warni</p>
<p>Melemahnya sifat diantara manusia adalah karena  ulah para ahli fikir yang menggunakan rasio dalam membedah ilmu agamanya maka akibatnya sifat diri ditolakkan menjadi sifat semu seperti barang sewaan , erosi sifat diri makin lama menggerus  adanya percaya diri menjadi sebuah rasa percaya ,  pada hal sesungguhnya  selagi “masih terasa” itu sama artinya kepalsuan atau kesemuan , dunia ini adalah permainan rasa dan warna warninya  .</p>
<p>Siapa merasa memiliki sesungguhnya ia tak punya apa-apa , siapa pula yang merasa percaya dia juga yang tak percaya  , jadilah dunia ini  senda gurauan rasa.</p>
<p>Karena didunia ini  rasa itu  bebas memilih dan menguasai , kadang pahit yang dipilih , kadang getir yang dikuasai , terkadang asam , kadang manis , panas , dingin , heran , takut , gembira dan kecewa .</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/brayatpengging.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/brayatpengging.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/brayatpengging.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/brayatpengging.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/brayatpengging.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/brayatpengging.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/brayatpengging.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/brayatpengging.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/brayatpengging.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/brayatpengging.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/brayatpengging.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/brayatpengging.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/brayatpengging.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/brayatpengging.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=brayatpengging.wordpress.com&amp;blog=7578579&amp;post=3&amp;subd=brayatpengging&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brayatpengging.wordpress.com/2009/05/01/gulali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e80405381e8fd779f37f8524025a4eb6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">brayatpengging</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
